<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Opini Pakar &#8211; CSR Review</title>
	<atom:link href="https://www.csrreview.id/category/opini-pakar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.csrreview.id</link>
	<description>Referensi, Literasi &#38; Inspirasi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 May 2026 02:55:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.csrreview.id/wp-content/uploads/2026/05/Favicon-100x100.png</url>
	<title>Opini Pakar &#8211; CSR Review</title>
	<link>https://www.csrreview.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kesehatan Generasi Muda dan ESG: Fondasi Penting Menuju Indonesia Emas</title>
		<link>https://www.csrreview.id/kesehatan-generasi-muda-dan-esg-fondasi-penting-menuju-indonesia-emas/</link>
					<comments>https://www.csrreview.id/kesehatan-generasi-muda-dan-esg-fondasi-penting-menuju-indonesia-emas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[CSR Review]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2025 09:24:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://csrreview.id/?p=748</guid>

					<description><![CDATA[Menyambut 100 tahun kemerdekaan, Indonesia mencanangkan visi besar: Indonesia Emas 2045. Visi ini menargetkan Indonesia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="" data-start="259" data-end="545">Menyambut 100 tahun kemerdekaan, Indonesia mencanangkan visi besar: <strong data-start="327" data-end="350">Indonesia Emas 2045</strong>. Visi ini menargetkan Indonesia menjadi negara maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Namun, salah satu fondasi utama yang sering terlupakan adalah <strong data-start="496" data-end="520">kesehatan masyarakat</strong>, terutama generasi muda.</p>
<p class="" data-start="547" data-end="891">Menurut <strong data-start="555" data-end="587">Prof. Dr. Ede Surya Darmawan</strong>, Guru Besar Universitas Indonesia, peningkatan kualitas manusia Indonesia sangat bergantung pada pembangunan sektor kesehatan yang kuat. Meski indikator kesehatan seperti usia harapan hidup meningkat dan angka kematian menurun, laju kemajuan Indonesia masih kalah cepat dibanding negara-negara tetangga.</p>
<h3 class="" data-start="893" data-end="921">Tantangan Kesehatan Kita</h3>
<p class="" data-start="923" data-end="970">Ada beberapa isu mendasar yang perlu ditangani:</p>
<ul>
<li><strong data-start="973" data-end="999">Gaya hidup tidak sehat</strong>: meningkatnya konsumsi rokok, makanan tinggi gula-garam-lemak, dan minimnya aktivitas fisik.</li>
<li><strong data-start="1095" data-end="1116">Ketimpangan akses</strong> terhadap layanan kesehatan antara wilayah pusat dan daerah.</li>
<li><strong data-start="1179" data-end="1205">Penyakit tidak menular</strong> yang makin meningkat karena perubahan gaya hidup.</li>
<li><strong data-start="1258" data-end="1298">Digitalisasi dan sedentary lifestyle</strong> yang mengurangi aktivitas fisik anak muda.</li>
</ul>
<h3 class="" data-start="1343" data-end="1384">Peran ESG dalam Pembangunan Kesehatan</h3>
<p class="" data-start="1386" data-end="1527">Prinsip <strong data-start="1394" data-end="1437">ESG (Environmental, Social, Governance)</strong> memberikan pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan-tantangan ini. ESG mendorong:</p>
<ul>
<li><strong data-start="1530" data-end="1561">Lingkungan yang lebih sehat</strong> (Environmental)</li>
<li><strong data-start="1580" data-end="1618">Pemerataan akses layanan kesehatan</strong> (Social)</li>
<li><strong data-start="1630" data-end="1690">Tata kelola sektor kesehatan yang transparan dan efisien</strong> (Governance)</li>
</ul>
<h3 class="" data-start="1705" data-end="1747">Reposisi Kesehatan sebagai Pilar Utama</h3>
<p class="" data-start="1749" data-end="2009">Kang Ede menekankan bahwa kesehatan harus dilihat sebagai <strong data-start="1807" data-end="1832">tanggung jawab negara</strong>, bukan sekadar urusan individu. Negara wajib memastikan setiap warga dapat hidup sehat dan berumur panjang, sebagai syarat mutlak untuk membentuk generasi unggul dan produktif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<hr />
<p>Artikel ini dimuat dalam Majalah CSR Review edisi 3 2025.<br />
Dapatkan artikel lengkapnya hanya di majalah CSR Review.<br />
Klik <a href="https://www.csrreview.id/shop">di sini</a> untuk mendapatkan akses ke majalah CSR Review</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.csrreview.id/kesehatan-generasi-muda-dan-esg-fondasi-penting-menuju-indonesia-emas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyingkap Dimensi CSR: Lebih dari Sekadar Kewajiban, Menuju Pemberdayaan Masyarakat &#038; Circular Economy</title>
		<link>https://www.csrreview.id/menyingkap-dimensi-csr-lebih-dari-sekadar-kewajiban-menuju-pemberdayaan-masyarakat-circular-economy/</link>
					<comments>https://www.csrreview.id/menyingkap-dimensi-csr-lebih-dari-sekadar-kewajiban-menuju-pemberdayaan-masyarakat-circular-economy/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[CSR Review]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 11:03:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://csrreview.id/?p=707</guid>

					<description><![CDATA[Ir. Iskandar Sembiring Ketua Umum Asosiasi Profesi Pengembangan Masyarakat Indonesia Anggota Pembina Corporate Forum for...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ir. Iskandar Sembiring<br />
Ketua Umum Asosiasi Profesi Pengembangan Masyarakat Indonesia<br />
Anggota Pembina Corporate Forum for CSR Development</p>
<p>C<em>ommunity Development </em>dan <em>Circular Economy</em> adalah dua sisi mata uang dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan—satu membangun kapasitas masyarakat, sementara yang lain memastikan sumber daya tetap lestari. Ketika pemberdayaan bertemu dengan efisiensi, terciptalah ekonomi yang inklusif, berdaya, dan ramah lingkungan. <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) bukanlah konsep baru. Sejak lama, telah ada berbagai regulasi yang mewajibkan perusahaan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Namun, CSR bukan sekadar pemenuhan kewajiban hukum, ia terus berkembang dan bertransformasi, mencerminkan dinamika sosial serta kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Dalam perkembangan CSR, salah satu aspek yang sering kali kurang disorot adalah <em>Community Development </em>(ComDev). Banyak yang mengasosiasikan CSR hanya                dengan isu lingkungan, hak asasi manusia, atau perlindungan konsumen.</p>
<p>Padahal, di dalam ISO 26000, terdapat konsep <em>Community Initiative</em>, yang menegaskan bahwa perusahaan perlu memiliki <em>master plan</em> dan strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.</p>
<p>Esensi dari <em>Community Development </em>adalah membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola sumber daya mereka secara mandiri. Perusahaan yang berkomitmen pada Comdev tidak sekadar memberikan bantuan finansial, tetapi membangun ekosistem yang memungkinkan masyarakat berkembang secara berkelanjutan.</p>
<p>Dalam proses pemberdayaan ini, ada tiga aspek fundamental yang menjadi landasan utama:</p>
<p>1.<strong>Sumber daya yang dimiliki masyarakat </strong>: Fokus pada apa yang sudah ada, bukan hanya mengandalkan bantuan eksternal.</p>
<p>2.<strong>Kearifan lokal </strong>: Mengintegrasikan nilai, budaya, dan tradisi setempat sebagai kekuatan dalam pembangunan.</p>
<p>3.<strong>Keahlian yang tersedia </strong>: Mengoptimalkan potensi individu dan kelompok agar bisa bersaingdi bidang ekonomi dan sosial.</p>
<p><strong>Mengatasi Ketidakberdayaan struktural</strong></p>
<p>Salah satu tantangan terbesar dalam pemberdayaan masyarakat adalah ketidakberdayaan struktural, di mana masyarakat mengalami keterbatasan dalam mengakses sumber daya akibat sistem yang tidak berpihak pada mereka. Perusahaan memiliki peran strategis dalam membantu komunitas sasaran untuk mengatasi hambatan ini dengan berbagai inisiatif.</p>
<p>Selain itu, pengakuan atas hak asasi manusia (HAM) menjadi aspek krusial dalam Comdev. Masyarakat memiliki hak untuk hidup secara berkelanjutan dalam lingkungannya (<em>livelihood</em>). Untuk memastikan program pemberdayaan tepat sasaran, perlu dilakukan pemetaan berbasis pentagon aset, yang mencakup aspek ekonomi, sosial, sumber daya alam, infrastruktur, dan modal manusia.</p>
<hr />
<p>Artikel ini dimuat dalam Majalah CSR Review edisi 4 2025.<br />
Dapatkan artikel lengkapnya hanya di majalah CSR Review.<br />
Klik <a href="https://www.csrreview.id/shop">di sini</a> untuk mendapatkan akses ke majalah CSR Review</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.csrreview.id/menyingkap-dimensi-csr-lebih-dari-sekadar-kewajiban-menuju-pemberdayaan-masyarakat-circular-economy/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CSR Solusi Bagi Perubahan Iklim</title>
		<link>https://www.csrreview.id/csr-ssolusi-bagi-perubahan-iklim/</link>
					<comments>https://www.csrreview.id/csr-ssolusi-bagi-perubahan-iklim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[CSR Review]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 10:51:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini Pakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://csrreview.id/?p=703</guid>

					<description><![CDATA[Prof. Dr. Ir. Rizaldi Boer MSc Head of International Research Institute for Environment and Climate...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Prof. Dr. Ir. Rizaldi Boer MSc<br />
Head of International Research Institute for<br />
Environment and Climate Change of IPB University</p>
<p>Perubahan iklim menjadi tantangan global terpenting bagi umat manusia saat ini. Laporan dari berbagai lembaga dunia di antaranya World Meteorological Organization (WMO), Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), dan United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) menyatakan bahwa perubahan iklim akan terus terjadi dalam beberapa dekade. Menurut Profesor Rizaldi Boer selaku, <em>Head of International Research Institute for Environment and Climate Change of IPB University </em>menyatakan di tengah dinamika perkembangan global saat ini, perusahaan-perusahaan tidak dapat mengabaikan tuntutan untuk mengadopsi prinsip-prinsip keberlanjutan. Setiap langkah yang diambil untuk mengatasi perubahan iklim harus sejalan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terukur dan efektif.</p>
<p><strong>Penanganan perubahan iklim tidak bisa dilakukan dengan sembarangan; tindakan ini harus berbasis pada <em>science</em></strong>. Kita dihadapkan pada tantangan bagaimana masyarakat global dapat bersatu dalam menyelamatkan iklim, mencegah krisis iklim yang dapat mengganggu sistem global kita. Oleh karena itu, penting bagi tiap pihak untuk memiliki strategi jangka panjang yang jelas.</p>
<p>Di sinilah peran CSR menjadi sangat krusial. Tidak hanya dalam menyongsong pencapaian <em>Sustainable Development Goals (SDGs)</em>, tapi juga dalam memastikan bahwa semua inisiatif yang diambil dapat diukur, dilaporkan, dan diverifikasi. Itulah sebabnya pengembangan sistem pemantauan yang dikenal dengan MRV (<em>Measurable, Reporting, and Verification</em>) menjadi sebuah keharusan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<hr />
<p>Artikel ini dimuat dalam Majalah CSR Review edisi 1 2025.<br />
Dapatkan artikel lengkapnya hanya di majalah CSR Review.<br />
Klik <a href="https://www.csrreview.id/shop">di sini</a> untuk mendapatkan akses ke majalah CSR Review</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.csrreview.id/csr-ssolusi-bagi-perubahan-iklim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
