<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Corporate Wellness &#8211; CSR Review</title>
	<atom:link href="https://www.csrreview.id/category/corporate-wellness/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.csrreview.id</link>
	<description>Referensi, Literasi &#38; Inspirasi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 May 2026 02:55:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.csrreview.id/wp-content/uploads/2026/05/Favicon-100x100.png</url>
	<title>Corporate Wellness &#8211; CSR Review</title>
	<link>https://www.csrreview.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Corporate Wellness: Strategi CSR Internal untuk Kesejahteraan dan Produktivitas Karyawan</title>
		<link>https://www.csrreview.id/corporate-wellness-strategi-csr-internal-untuk-kesejahteraan-dan-produktivitas-karyawan/</link>
					<comments>https://www.csrreview.id/corporate-wellness-strategi-csr-internal-untuk-kesejahteraan-dan-produktivitas-karyawan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[CSR Review]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2025 14:24:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Corporate Wellness]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://csrreview.id/?p=811</guid>

					<description><![CDATA[Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis, perusahaan tidak hanya dituntut untuk mencetak keuntungan,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="" data-start="321" data-end="695">Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis, perusahaan tidak hanya dituntut untuk mencetak keuntungan, tetapi juga menciptakan <strong data-start="459" data-end="508">lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan</strong>. Salah satu pendekatan strategis yang kini banyak diadopsi adalah <strong data-start="575" data-end="597">Corporate Wellness</strong>, yaitu program <strong data-start="613" data-end="629">CSR internal</strong> yang fokus pada kesejahteraan fisik, mental, dan sosial karyawan.</p>
<h3 class="" data-start="697" data-end="746">Mengapa CSR Internal Menjadi Semakin Relevan?</h3>
<p class="" data-start="748" data-end="1111">Stres kerja telah menjadi isu serius di banyak sektor industri. Beban kerja tinggi, tekanan target, dan kurangnya keseimbangan hidup kerap menurunkan produktivitas, bahkan menyebabkan burnout. Program CSR internal hadir sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi tekanan psikologis, meningkatkan motivasi, dan membangun loyalitas karyawan terhadap perusahaan.</p>
<h3 class="" data-start="1113" data-end="1175">7 Strategi Corporate Wellness yang Dapat Diimplementasikan</h3>
<ol>
<li data-start="1180" data-end="1329">Layanan Kesehatan Mental</li>
<li>Jam Kerja Fleksibel &amp; Work From Home</li>
<li>Fasilitas Kebugaran dan Aktivitas Fisik</li>
<li>Desain Lingkungan Kerja yang Nyaman</li>
<li>Pengembangan Diri dan Karier</li>
<li>Kegiatan Sosial dan Rekreasi</li>
<li>Keseimbangan Kehidupan Kerja dan Pribadi</li>
</ol>
<h3 class="" data-start="2256" data-end="2305">Investasi Jangka Panjang yang Berdampak Besar</h3>
<p class="" data-start="2307" data-end="2610">Perusahaan yang menerapkan program kesejahteraan karyawan secara konsisten terbukti memiliki tingkat kepuasan kerja lebih tinggi, penurunan tingkat absensi, dan peningkatan kolaborasi antar tim. Corporate Wellness bukan sekadar tren, melainkan fondasi bagi budaya kerja yang berdaya tahan di masa depan.</p>
<hr />
<p>Artikel ini dimuat dalam Majalah CSR Review edisi 3 2025.<br />
Dapatkan artikel lengkapnya hanya di majalah CSR Review.<br />
Klik <a href="https://www.csrreview.id/shop">di sini</a> untuk mendapatkan akses ke majalah CSR Review</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.csrreview.id/corporate-wellness-strategi-csr-internal-untuk-kesejahteraan-dan-produktivitas-karyawan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stres Kerja, Implikasinya pada Program CSR</title>
		<link>https://www.csrreview.id/stres-kerja-implikasinya-pada-program-csr/</link>
					<comments>https://www.csrreview.id/stres-kerja-implikasinya-pada-program-csr/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[CSR Review]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 12:19:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Corporate Wellness]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://csrreview.id/?p=714</guid>

					<description><![CDATA[Stres Kerja, Implikasinya pada Program CSR Salah satu dari sekian banyak permasalahan dikalangan pekerja yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Stres Kerja, Implikasinya pada Program CSR</strong></p>
<p>Salah satu dari sekian banyak permasalahan dikalangan pekerja yang potensi bersiko terhadap gangguan produktifitas berpikir dan bekerja, yang pada akhirnya turut mengganggu perkembangan dan keberlanjutan bisnis adalah stres. Sekarang mari kita bahas apa itu stres, kenapa pekerja mengalami stres dan dampak buruknya, serta bagaimana sebaiknya peran perusahaan, pekerja, dan keluarga dalam mengendalikan stres pekerja, dan meminimalkan dampak buruknya.</p>
<p><strong>Empat Jenis Stres</strong></p>
<p>Stres adalah respons alami tubuh dan pikiran terhadap tekanan atau situasi yang dianggap menantang atau mengancam. Ketika seseorang menghadapi masalah, tantangan, tugas berat dan merasa terancam, tubuh melepaskan hormon seperti adrenalin dan kortisol, yang memicu peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan kewaspadaan (<em>fight-or-flight response</em>). Kondisi ini berfungsi untuk mempersiapkan individu menghadapi tantangan, masalah atau ancaman tersebut.</p>
<p>Tidak semua orang mengalami stres yang sama Ada berbagai jenis stres, yaitu stres akut, stres kronis, stres positif (<em>eustress</em>), dan stres negatif (<em>distress</em>). Tidak semua stres berdampak buruk. Tiga stres yang pertama seringkali berdampak buruk bagi kesehatan dan produktifitas pekerja.</p>
<ol>
<li><strong> Stres akut </strong></li>
</ol>
<p>Stres akut adalah stres jangka pendek yang muncul sebagai respons langsung terhadap situasi tertentu, seperti menghadapi pengawasan, pemeriksaan, evaluasi, presentasi penting. Gejalanya dapat berupa peningkatan detak jantung, keringat berlebih, perasaan kuatir, atau cemas. Biasanya, stres ini mereda setelah situasi berlalu.</p>
<ol start="2">
<li><strong> Stres kronis</strong></li>
</ol>
<p>Stres kronis adalah stres yang berlangsung dalam <strong>jangka waktu lama</strong> akibat tekanan yang terus-menerus, seperti masalah keuangan, konflik berkepanjangan, atau lingkungan kerja yang tidak kondusif, bahkan toksik. Stres kronis dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental serta produktifitas kerja bila tidak segera ditangani dengan baik.</p>
<ol start="3">
<li><strong><em> Eustres</em></strong></li>
</ol>
<p>Eustres merupakan <strong>stres positif yang memotivasi</strong> dan mendorong seseorang untuk mencapai tujuan atau menghadapi tantangan dengan semangat. Contohnya adalah perasaan antusias saat memulai proyek baru, memulai jabatan atau tugas baru atau pindah kerja ketempat yang diprakirakan lebih baik, tetapi harus mengenal teknologi, metode dan lingkungan yang baru, yang menuntut adaptifitas dan agilitas yang tinggi.</p>
<ol start="4">
<li><strong><em> Distres</em></strong></li>
</ol>
<p>Distres merupakan <strong>stres negatif</strong> yang muncul ketika seseorang merasa tidak mampu mengatasi tekanan atau tantangan yang dihadapi, sehingga menimbulkan perasaan cemas, frustrasi, atau kewalahan. Bila stres ini berlansung lama maka akan masuk padajenis stres akut yang berdampak buruk serius bagi kesehatan dan produktifitas kerja.</p>
<p><strong>Fakta Stres di Tempat Kerja</strong></p>
<p>Stres kerja adalah fenomena yang tidak asing di dunia bisnis. Setiap individu, baik di tingkat staf maupun eksekutif, berpotensi mengalami stres. Menurut survei <em>Gallup</em> pada tahun 2020, 43% responden di lebih dari 100 negara melaporkan mengalami stres di tempat kerja. Ini merupakan rekor tertinggi, naik dari 38% pada tahun 2019.</p>
<p>Di wilayah Asia Pasifik, persentase pekerja yang mengalami stress kerja melampaui rata-rata global yakni 48%. <strong>Tingkat stress kerja di beberapa negara Asia, seperti Malaysia 57%, Hongkong 62%, Singapura 63%, Cina 73%, Indonesia 73%, dan Thailand 75%</strong>. (CFO <em>Innovation Asia Staff</em>, 2016). Di Indonesia angka tersebut meningkat sebesar 9% dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 64%.</p>
<p>Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) kementerian Kesehatan menunjukkan data bahwa persentase stress kerja sebanyak 35% yang diperkirakan berakibat pada 43% hari kerja yang hilang. Bila jam kerja berlebihan dijadikan sebagai salah satu proksi stres pekerja, maka di Indonesia, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) tahun 2019 dilaporkan 29,0% pekerja bekerja lebih dari 48 jam per minggu. Hal tersebut menunjukkan bahwa stres kerja merupakan masalah serius di Asia termasuk di Indonesia</p>
<p>Di Inggris permasalahan ini tidak separah di Indonesia. Di Inggris misalnya, data dari <em>Health and Safety Executive </em>(HSE) tahun 2020 menunjukkan sebanyak 828.000 pekerja di Inggris mengalami stres kerja pada periode 2019-2020 dengan prevalensi kejadian 1.579 kasus per 100.000 pekerja atau sekitar 1.6%.</p>
<hr />
<p>Artikel ini dimuat dalam Majalah CSR Review edisi 2 2025.<br />
Dapatkan artikel lengkapnya hanya di majalah CSR Review.<br />
Klik <a href="https://www.csrreview.id/shop">di sini</a> untuk mendapatkan akses ke majalah CSR Review</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.csrreview.id/stres-kerja-implikasinya-pada-program-csr/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CSR Internal Suatu Kunci Keberlanjutan Bisnis</title>
		<link>https://www.csrreview.id/csr-internal-suatu-kunci-keberlanjutan-bisnis/</link>
					<comments>https://www.csrreview.id/csr-internal-suatu-kunci-keberlanjutan-bisnis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[CSR Review]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 12:10:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Corporate Wellness]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://csrreview.id/?p=710</guid>

					<description><![CDATA[Sebelum kita diskusi lebih lanjut tentang CSR Internal, ada baiknya kita melakukan refleksi kenapa lahir...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum kita diskusi lebih lanjut tentang CSR Internal, ada baiknya kita melakukan refleksi kenapa lahir konsep dan program CSR. Pada hakekatnya program CSR lahir karena tuntutan eksternal dan internal perusahaan, dan bisa jadi dimulai dari tuntutan eksternal kemudian menjadi tuntutan internal, atau sebaliknya atau kedua-duanya secara bersamaan. Tuntutan eksternal bisa jadi dari pemangku kepentingan seperti komunitas lokal, konsumen, pemerintah dan lain lain, karena adanya dampak atau resiko operasi perusahaan yang merugikan secara sosial, ekonomi dan lingkungan. Bisa juga karena adanya kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat yang berpotensi berisiko pada operasional perusahaan, atau karena adanya kompetisi, standar dan regulasi.</p>
<p>Tuntutan internal bisa jadi dari pemilik, pemimpin dan staf atau pekerja perusahaan dalam rangka menerapkan nilai baik dan perilaku etis, keinginan untuk hidup lebih sehat, bugar, produktif dan sejahtera bersama karyawan (<em>corporate wellness</em>), penguatan reputasi dan merek (<em>brand</em>), pengembangan berbagai inovasi input proses dan output perusahaan sehingga lebih kompetitif, penerapan prinsip-prinsip efisiensi dan efektifitas dalam perusahaan, serta merespon perkembangan teknologi dan transparansi informasi.</p>
<p><strong>Pentingnya CSR Internal</strong></p>
<p>Dalam konteks tulisan ini dan selanjutnya, CSR Internal adalah kegiatan CSR yang ditujukan bagi internal operasi perusahaan, dan pemangku kepentingan internal perusahaan agar staf atau pekerja hidup lebih sehat, bugar, produktif dan sejahtera (<em>corporate wellness</em>) yang berkontribusi terhadap pencapaian visi, misi dan tujuan perusahaan.</p>
<p>Perusahaan yang menjunjung nilai dan etika bisnis yang kuat cenderung untuk mengimplementasikan CSR dengan serius baik internal maupun eksternal. Budaya perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial, melaksanakan CSR, sering kali menjadi bagian dari visi dan misi perusahaan.</p>
<p>Dengan berkembangnya kesadaran akan pentingnya CSR, CSR tidak lagi dianggap sebagai biaya tambahan, tetapi sebagai investasi strategis untuk keberlanjutan bisnis. <strong>Kini, kegiatan-kegiatan CSR internal dan eksternal telah dijadikan sebagai salah satu pendekatan strategis dalam keberlanjutan bisnis. </strong></p>
<p>Ada hal menarik untuk kita pahami dari salah satu hasil kajian terkini dari 2024 <em>Global Human Capital Trends</em> oleh Deloitte Insights, yaitu: <strong>Masa depan dunia kerja memerlukan sumber daya manusia yang harus berkembang, </strong>beralih dari fungsi terisolasi menjadi fungsi saling terkait tanpa sekat, yang terintegrasi ke dalam dan ke luar perusahaan dengan masyarakat, dunia usaha, dan unsur lainnya. Hal ini menunjukkan betapa penting CSR internal. <strong>Perusahaan yang mampu merekrut dan mengembangkan pekerja yang sehat dan bugar dengan wawasan dan keterampilan yang tepat, akan dapat melakukan efisiensi dan berinovasi</strong> dalam menghasilkan dan memasarkan produk atau jasa yang tepat serta mampu bersaing dan mengembangkan keberlanjutan bisnis. Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan tidak hanya dituntut untuk mencapai keuntungan finansial, tetapi juga berkontribusi pada lingkungan kerja yang sehat dan nyaman serta kesejahteraan sosial staf atau pekerjanya. Bahkan seringkali berbagai inovasi di perusahaan lahir dari gagasan hebat dan <em>try-out</em> dari staf atau pekerja.</p>
<hr />
<p>Artikel ini dimuat dalam Majalah CSR Review edisi 1 2025.<br />
Dapatkan artikel lengkapnya hanya di majalah CSR Review.<br />
Klik <a href="https://www.csrreview.id/shop">di sini</a> untuk mendapatkan akses ke majalah CSR Review</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.csrreview.id/csr-internal-suatu-kunci-keberlanjutan-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
